Kritik oleh Capres pada Capres Lain Lumrah!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 25 Maret 2014, 06:29 WIB
Kritik oleh Capres pada Capres Lain Lumrah<i>!</i>
ilustrasi/net
rmol news logo . Kritik oleh parpol atau capres kepada parpol atau capres lain dalam masa kampanye merupakan hal yang lumrah.

Kritik itu, kata Direktur Eksektuif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, adalah cara bagi mereka untuk menunjukan adanya perbedaan mereka dengan parpol dan capres yang lain. Berdasarkan kritik itulah pemilih dapat mengindentifikasi perbedaan-perbedaan di antara parpol atau para capres guna dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk memilih.

"Namun kritik yang disampaikan haruslah disertai dengan data dan fakta," kata Said Salahuddin kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 25/3)

Sepanjang kritik itu dapat dipertanggungjawabkan, lanjut Sahid, maka tidak serta merta bisa dikatakan bahwa parpol atau capres yang melempar kritik tersebut telah melakukan black campaign terhadap pesaing politiknya.

"Kritik itu kan ciri negara demokrasi, sehingga tidak boleh dibatasi apalagi dilarang-larang," demikian Said. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA