Wacana Menduetkan Priyo dengan Jokowi Semakin Kencang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 23 Maret 2014, 19:16 WIB
Wacana Menduetkan Priyo dengan Jokowi Semakin Kencang
priyo budi santoso/net
rmol news logo . Nama Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Priyo Budi Santoso (PBS), semakin sering disebut sebagai sosok yang pantas mendampingi Jokowi. Penyebutan nama Priyo untuk mendampingi Jokowi pun semakin kencang dari suara internal.

"Mengenai Golkar, kehadiran Jokowi bukan musuh, bukan juga lawan politik. Golkar akan menempatkan Jokowi sebagai counterpart. Kita sangat mengapresiasi, bagi Golkar tidak ada masalah," ujar Wasekjen Partai Golkar, Musfihin Dahlan, dalam diskusi "Efek Jokowi dan Strategi Partai Politik di Pilpres 2014" di Warung Daun, Cikini, Jakarta (Minggu, 23/3).

Menurut Musfihin, meski pada pileg mendatang Golkar tak mampu meraup 20 persen suara dan tak dapat mengusung Aburizal Bakrie (ARB) yang telah ditetapkan sebagai capres, Partai Golkar telah menyiapkan berbagai kemungkinan, termasuk jika harus berkoalisi. Dan bila berkoalisi dengan PDIP, Golkar memiliki banyak stok figur yang dapat menjadi pendamping Jokowi.

"Kalau tidak dapat mengusung calon presiden, ada banyak tokoh yang bisa jadi wapres. Seperti Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Priyo Budi Santoso, Agung Laksono. Lengkap di Golkar. Stok Golkar banyak, tinggal pilih," katanya.

Sementara, munculnya sejumlah nama, salah satunya PBS, menurutnya itu tergantung keputusan peserta Rapimnas apakah akan mengambil langkah tersebut, atau tidak.
"Soal evalusasi, kalau misalnya tidak tercapai (ambang batas), stakholder Golkar selalu akan cari solusinya," demikian Musfihin. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA