Jabatan tersebut akan berlaku selama masa dua tahun (hingga bulan Maret tahun 2016). Selain Indonesia, beberapa anggota parlemen dari negara lain yang juga telah terpilih sebagai anggota Standing Committee ini adalah anggota parlemen dari Aljazair, UAE, Thailand, Rusia, Meksiko, Nicaragua, Bangladesh dan Kanada.
Terpilihnya Anggota DPR-RI selaku salah satu anggota Standing Committee merupakan salah satu cerminan bentuk kepercayaan masyarakat internasional terhadap peran Indonesia pada berbagai forum internasional.
Karena itu, dalam keterangan persnya, Arif Budimantan menjelaskan, pihaknya akan turut aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan di bawah kerangka IPU terkait dengan mandat Standing Committee dimaksud.
"Secara khusus, Standing Committee on UN Affairs akan menjadi badan utama di dalam IPU yang membicarakan berbagai isu yang menjadi perhatian bersama, baik dari sisi IPU maupun sisi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Para anggota Komite akan melakukan dialog intensif dengan para pejabat yang mewakili PBB dalam rangka menciptakan sinergi yang erat antar kedua organisasi internasional tersebut," jelasnya.
Delegasi RI akan terus menyuarakan beberapa
highlight dari pandangan Indonesia mengenai isu-isu yang saat ini sedang mengemuka di dunia internasional. Secara khusus, Delegasi RI akan menekankan pentingnya seluruh anggota parlemen untuk bekerjasama dengan pemerintahnya masing-masing dalam penyusunan Post-2015 Development Agenda yang akan menggantikan MDGs pada tahun 2015.
"Indonesia juga akan menekankan pentingnya kemitraan yang adil di antata negara maju dan negara berkembang serta negara-negara dari Least Developed Countries/LDCs. Fokus utama akan diberikan pada upaya membangun dialog dan kerjasama yang lebih setara dalam pembangunan berkelanjutan dengan dimensi kemanusiaan dan keadilan yang akan bermanfaat bagi generasi mendatang," beber politikus PDIP ini.
Tak hanya itu, Indonesia juga akan berpartisipasi pada berbagai pembahasan isu mengenai Reformasi PBB, khususnya terkait dengan sumbangan pemikiran yang dapat diberikan IPU kepada PBB terkait isu system wide coherence. Diharapkan berbagai masukan dari IPU tersebut dapat mendorong terciptanya struktur PBB yang lebih adil dan setara serta mencerminkan kesiapan PBB untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi semua negara di masa mendatang.
Sidang IPU ke-130 ini merupakan pertemuan tahunan yang dilakukan di dalam kerangka IPU sebagai organisasi internasional yang beranggotakan para anggota parlemen dari berbagai negara. Tema utama sidang IPU tahun ini adalah renewing our commitment to peace and democracy.
Selain Arif juga delegasi RI pada Sidang IPU juga telah diwakili beberapa anggota DPR-RI dan juga didampingi oleh beberapa anggota DPD.
Makanya, pada pertemuan Sidang IPU tahun 2014 ini, delegasi RI juga berpartisipasi pada berbagai pertemuan di bawah berbagai IPU Standing Committee, antara lain Standing Committee on Peace and International security; Standing Committee on Sustainable Development, Finance and Trade; serta Standing Committee on UN Affairs.
[zul]
BERITA TERKAIT: