Karena itu, Golkar tidak akan memperkarakan pihak yang menyebar video tersebut karena hanya membuang-buang waktu dan energi.
"Ngapain ngurusi sesuatu yang tidak produktif. Ini energi kita terbuang jadinya. Kalau urus itu (video) nanti kita tidak urusi kampanye. Mungkin itu maunya orang," kata Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham di kantor DPP Partai Golkar, Kemanggisan, Jakarta Barat, Jumat (21/3).
Lagipula, lanjut Idrus, Ical tidak merasa terganggu dengan beredarnya video tersebut. Pasalnya, calon presiden Partai Golkar itu tidak merasa perjalanannya ke Maladewa sebagai sesuatu yang memalukan. "Itu kan bukan sesuatu yang kita tutup-tutupi," imbuh Idrus.
Ketua Harian Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Partai Golkar itu menambahkan, partainya dan Ical sudah biasa diserang dengan isu-isu tak sedap. Meski begitu, lanjutnya, serangan-serangan itu terbukti tidak mampu meruntuhkan elektabilitas Golkar.
"Dulu diserang dengan isu Lapindo tapi ternyata tidak sukses dan akhirnya hilang sendiri. Bahkan sekarang survei elektabilitas Golkar di Sidoarjo meningkat terus. Kemudian diserang lagi dengan isu pajak tapi akhirnya hilang juga," tandasnya, seperti dikutip dari
JPNN.
[zul]
BERITA TERKAIT: