Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Singapura mengaku kecewa dengan insiden itu dan menarik delegasi militer mereka dari acara tersebut, seperti dikutip dari laman
Todayonline (Jumat, 21/3).
Diberitakan sebelumnya, Singapura menganggap Sersan Dua Usman dan Kopral Harun Said tak lebih dari teroris yang membom negaranya tahun 1965.
Direktur Indonesia Maritime Institute (IMI) DR. Y. Paonganan mengutuk keras cara kampungan Singapura dalam menyikapi kehadiran "sosok" Usman-Harun di JIDD kemarin di JCC Jakarta.
"Mereka tidak punya hak melarang TNI AL untuk memperagakan apresiasi bangsa ini kepada Pahlawan Nasional Usman-Harun yang demi harga diri bangsa, rela mati di tiang gantungan negeri sedaun kelor Singapura itu," kata Paonganan beberapa saat lalu (Jumat, 21/3).
Cara-cara singapura ini kata, Paonganan, menunjukkan karakter bangsa pengecut dan tidak layak dijadikan sahabat Indonesia. Dan Singapura adalah negara paranoid yang ketakutan dengan makin perkasanya kekuatan TNI AL Indonesia.
"Kami dari awal sudah minta pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan negara kecil ini, dan saat ini kembali berulah. Untuk itu, sekali lagi kami mendesak pemerintah segera memutuskan hubungan diplomatik dengan singapura, sebelum rakyat yang melakukan tindakan sendiri," pinta Paonganan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: