Demikian disampaikan peserta Konvensi Demokrat, Gita Wirjawan, dalam pembicaraan di Jakarta, Kamis (20/3). Gita khwatir perjalanan Indonesia menuju tempat terhormat di mata dunia dapat terganggu oleh ketiadaan cetak biru dan peta jalan pembangunan nasional.
"Sebagai negara besar dan diyakini memiliki potensi yang luar biasa dan bisa segera menjadi raksasa ekonomi baru, kita butuh acuan untuk menggerakkan segala sumberdaya yang dimiliki dengan manajemen yang profesional," kata Gita Wirjawan.
Mantan Menteri Perdagangan itu mengatakan, tanpa GBHN yang pasti, bangsa ini bisa terjebak pada program-program subyektif yang tak terukur. Dalam hal ini rakyat hanya akan menjadi penunggu janji-janji politik yang disampaikan elit saat kampanye.
"Percepatan pembangunan negara untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan rakyat, ikut melaksanakan ketertiban dunia dan berperan signifikan dalam percaturan global, harus mengacu kepada suatu GBHN. Inilah haluan kita bersama," demikian GW.
[zul]
BERITA TERKAIT: