Demikian disampaikan pakar komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio dalam pesan singkat kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 20/3).
"Setiap capres pasti akan melakukan kunjungan pencarian dukungan ke
faith base organisation seperti NU, Muhammadiyah atau organisasi lainnya. Bila capres lain berkunjung dan saat itu masuk waktu shalat, saya rasa juga bisa dapat kehormatan sebagai imam," jelas Hendri.
Menurut Hendri, apa yang dilakukan calon presiden PDI Perjuangan itu menunjukkan dirinya mulai terjebak dengan tindakan
as usual seperti yang dilakukan oleh para capres pada umumnya. Karena Jokowi menyadari, bahwa blusukan sebagai senjata utama tidak terlalu berguna untuk pencapresan
"Tim Komunikasi Jokowi dan PDIP harus lebih kreatif dalam mengkomunikasikan dan mencitrakan diri. Iklan, silaturahim, blusukan adalah hal lazim, butuh pendekatan
communication strategy 7.0 untuk menjaga dan memperkuat tren politik Jokowi," demikian Hendri.
[zul]
BERITA TERKAIT: