Jadi Imam Shalat di Muhammadiyah, Bukti Jokowi Sudah Terjebak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 20 Maret 2014, 23:18 WIB
Jadi Imam Shalat di Muhammadiyah, Bukti Jokowi Sudah Terjebak
hendri satrio
rmol news logo Dalam kunjungannya ke gedung dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat siang tadi, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo didaulat menjadi imam shalat zuhur. Tidak ada yang istimewa dari pentasbihan Jokowi sebagai imam shalat oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin tersebut.

Demikian disampaikan pakar komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio dalam pesan singkat kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 20/3).

"Setiap capres pasti akan melakukan kunjungan pencarian dukungan ke faith base organisation seperti NU, Muhammadiyah atau organisasi lainnya. Bila capres lain berkunjung dan saat itu masuk waktu shalat, saya rasa juga bisa dapat kehormatan sebagai imam," jelas Hendri.

Menurut Hendri, apa yang dilakukan calon presiden PDI Perjuangan itu menunjukkan dirinya mulai terjebak dengan tindakan as usual seperti yang dilakukan oleh para capres pada umumnya. Karena Jokowi menyadari, bahwa blusukan sebagai senjata utama tidak terlalu berguna untuk pencapresan

"Tim Komunikasi Jokowi dan PDIP harus lebih kreatif dalam mengkomunikasikan dan mencitrakan diri. Iklan, silaturahim, blusukan adalah hal lazim, butuh pendekatan communication strategy 7.0 untuk menjaga dan memperkuat tren politik Jokowi," demikian Hendri.[zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA