"KPK segera mengusut dugaan adanya skenario atau kesaksian palsu yang telah dibuat dalam pertemuan rahasia di karaoke, serta memeriksa para mafia migas yang kami duga seperti JW, WP, GP dari pihak SKK maupun petinggi polisi berinisial Jenderal S," kata Ketua Presidium Komisi Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama.
Selain itu, imbuhnya, KPK juga harus segera memeriksa para petinggi SKK Migas lainnya, yakni Deputi Pengendalian Keuangan Akhmad Syakhroza, Deputi Umum Gerhard Marteen Rumesser, serta Deputi Evaluasi dan Pertimbangan Hukum Lombok Hamongan Hutauruk.
"KPK juga harus memeriksa mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro dan mantan BP Migas Raden Priyono," ujarnya.
Selain itu, imbuh Haris, KPK juga harus mengkonfirmasi kebenaran tentang adanya pertemuan sejumlah pejabat penting di ruang karaoke Gangnam Internasional di bilangan Grand Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan seperti dilansir sebuah media online.
"Kamerad mencurigai bahwa penyebutan nama keluarga Cikeas oleh para saksi korupsi Migas ada hubungannya dengan pertemuan rahasia tersebut," tandas Haris, dalam aksi bersama 100 orang anggota Kamerad (Kamis, 20/3).
[ysa]
BERITA TERKAIT: