Cawapres Jokowi Sebaiknya Tokoh Muda

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 16 Maret 2014, 18:39 WIB
Cawapres Jokowi Sebaiknya Tokoh Muda
jokowi/net
rmol news logo . Calon wakil presiden yang tepat untuk menjadi pasangan duet Jokowi dalam Pilpres mendatang tidak bisa terlepas dari tokoh muda. Apalagi, pencapresan Jokowi oleh PDI Perjuangan juga merupakan berkah tersendiri buat anak muda.

"Kita tidak pernah perkirakan bahwa memang Jokowi akhirnya mendapatkan tiket itu," kata peneliti Founding Fathers House (FFH), Dian Permata, dalam diskusi "Fenomena dan Kesempatan Tokoh Muda Parpol: Bagaimana Respon Publik Dalam Peta Politik Nasional di Pilpres 2014", di Warung Daun, Cikini (Minggu, 16/3).

Dian beralasan mengapa pasangan Jokowi juga harus orang muda. Sebab ke depannya hal ini tidak hanya berhadapan denga persoalan dalam negeri saja, tetapi juga persoalan yang sangat extraordinary. Misalnya, apakah Jokowi bisa berhadapan dengan pihak luar negeri untuk negosiasi tambang atau.

"Jokowi bisa tidak menghadapi lobi-lobi, makanya harus pendampignya orang-orang yang punya kapabilitas, kemampuan yang lobi-lobi luar negeri. Tapi itu, saya rasa sih, lebih cocok anak muda," ujar Dian.

Dian pun menyebut nama Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso sebagai tokoh muda yang cocok untuk mendampingi mantan Wali Kota Solo itu. Selain Priyo, dia juga Calon Presiden dari Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid (HNW). Ketiga nama tersebut menurutnya terbilang cukup sering kali disebut di setiap perolehan hasil survei.

"Tapi inikan tinggal pintarnya Jokowi memilih. Ini kita selalu bicarakan karena hasil survei, yang menjadi kontestan pemenang pemilu itu Golkar dan PDI Perjuangan, dari tadi diskusi kalau dua ini berkoalisi menjadi matang," ungkap Dian.

Dalam kesempatan yang sama, politikus senior Golkar, Zainal Bintang mengatakan bahwa peluang partai berlambang pohon beringin tetap sulit untuk memaksakan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai Capres. Pasalnya, hingga saat ini elektabiltas dan Ical tetap tidak naik, justru ada tren semakin menurun.

"Kesempatan jadi capres sudah tertutup bagi siapapun termasuk partai Golkar, jadi kalau pakai akal sehat seharusnya Golkar menganulir keputusan Ical jadi capres, nah kalau Ical ngotot turun jadi cawapres itu sama saja gila, internal Golkar pasti akan melawan, Rapimnas nanti pasti akan ada perubahan," jelas Zainal.

Kata dia, ada tiga tokoh internal yang selama ini muncul diberbagai pemberitaan dan berpeluang besar bisa mengantarkan Golkar menjadi pemenang Pilpres 2014. Tokoh-tokoh tersebut layak didampingkan dengan Jokowi sebagai cawapres.

"Yang pantas maju jadi cawapres ada tiga, Priyo Budi Santoso, Agung Laksono dan Akbar Tanjung," pungkasnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA