Rupiah Menguat 100 Poin Karena Jokowi Ternyata Hanya Hoax

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 16 Maret 2014, 18:27 WIB
Rupiah Menguat 100 Poin Karena Jokowi Ternyata Hanya <i>Hoax</i>
andi arief/net
rmol news logo Pihak Istana Negara memastikan bahwa kabar yang menyebut nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat hingga 100 poin setelah Joko Widodo dinyatakan sebagai capres dari PDIP ternyata hanya hoax semata.

Menurut Staf Khusus Presiden, Andi Arief, yang sebenarnya terjadi dengan nilai tukar rupiah hari Jumat lalu (14/3) adalah penguatan tipis sekitar 30 poin. Dari Rp 11.386 per dolar AS pada sehari sebelumnya, menjadi Rp 11.356 per dolar AS.

"Jadi tidak menguat sebanyak 100 poin sebagaimana banyak disampaikan analis-analis dadakan," ujar Andi Arief.

Sambungnya, selama Maret 2014, rupiah baru dua kali mengalami penguatan di atas 50 poin yaitu pada tanggal 10 Maret, menguat 70 poin, dan pada 6 Maret menguat 100 poin.

"Jadi pengaruh Jokowi sangat kecil atau bahkan mungkin tidak ada hubungannya dengan penguatan rupiah," ujar Andi Arief.

Selain itu, penguatan 30 poin akhir pekan lalu itu pun merupakan kelanjutan dari tren penguatan nilai tukar rupiah upiah sejak Februari 2014. Tren penguatan tersebut disebabkan faktor kinerja pemerintah yang mampu menekan defisit transaksi berjalan dari 3,8 persen PDB pada triwulan III tahun 2013 menjadi 1,98 persen PDB pada triwulan IV di tahun 2014.

Penguatan itu juga disebabkan mulai masuknya kembali modal asing yang pernah mengalir keluar pada tahun 2013. Capital inflow ini disebabkan kepercayaan yang kembali pulih karena kinerja positif tim ekonomi. [dem]
  • TAGS

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA