Ucapan 'Halo' Bisa Tentukan Kesan Pertama

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 14 Maret 2014, 20:06 WIB
Ucapan 'Halo' Bisa Tentukan Kesan Pertama
rmol news logo Seseorang hanya perlu mendengar ucapan singkat seperti 'halo' untuk memutuskan apakah orang yang suaranya baru didengar tersebut dapat dipercaya atau tidak.

Hal tersebut terungkap dari studi yang dilakukan oleh peneliti dari Glasgow University dan Princeton  University di Amerika Serikat. Mereka menemukan fakta bahwa seseorang hanya membutuhkan sekitar setengah detik untuk membuat kesan pertama yang baik, seperti dilansir Daily Mail.

Peneliti menemukan bahwa seseorang bisa menilai seberapa dapat dipercaya atau seberapa dominannya orang lain hanya dalam 500 milidetik pertama setelah mendengar suara mereka.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa dengan mendengar ucapan singkat seperti 'halo', seseorang bisa membuat penilaian mengenai personalitas orang tersebut, termasuk seberapa menarik ia tanpa perlu melihat tampilan fisiknya.

Studi tersebut dilakukan dengan memutar rekaman sejumlah orang yang mengucapkan 'halo' dengan cara dan nada yang berbeda kepada sejumlah orang yang menjadi partisipan studi. Para partisipan tersebut kermudian diminta untuk menempatkan setiap suara 'halo' yang mereka dengar pada salah satu ciri kepribadian yang ditetapkan peneliti. Peneliti menetapkan 10 ciri-ciri kepribadian, di antaranya adalah kepercayaan, dominasi, daya tarik, serta kehangatan.

Hasilnya ditemukan bahwa sebagian besar partisipan memberikan respon yang cepat dan sama atas suara 'halo' yang mereka dengar dalam 300-500 milidetik.

Lebih lanjut studi menemukan bahwa nada suara yang digunakan ketika mengucap 'halo' bisa secara langsung menginformasikan kesan pertama pada orang yang baru diajak berbicara.

Studi juga menemukan bahwa laki-laki yang meningkatkan nada suaranya serta wanita yang mengganti nada suaranya ketika berbicara dianggap lebih dapat dipercaya.

Fakta yang diungkapkan studi tersebut menunjukkan bahwa pikiran manusia yang mampu menarik kesimpulan dengan cepat tanpa perlu isyarat visual merupakan bentuk evolusi sejarah ketika manusia perlu memutuskan kepada siapa ia dapat percaya. Pendekatan tersebut penting bagi kelangsungan hidup manusia.

Dr Phil McAleer, dari the Voice Neurocognition Laboratory, Glasgow University yang memimpin studi menyebut bahwa kesan singkat bisa dengan mudah diperoleh seseorang melalui cara bicara orang lain, terlepas dari apakah kesan yang ditangkap tersebut sesuai dengan kepribadian asli orang tersebut atau tidak.

Penelitian tersebut dilakukan untuk membantu meningkatkan efisiensi sistem operasi suara dan alat bantu belajar, serta memberi informasi baru pada penilaian otomatis yang kita buat terhadap orang asing atau orang yang kita dengar suaranya. Hal tersebut bermanfaat dalam sejumlah kegiatan, seperti konduktor yang kerap menggunakan suaranya untuk menyampaikan informasi di kereta api. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA