Uni Eropa Akan Terapkan Peraturan 'Charger Tunggal'

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 14 Maret 2014, 16:43 WIB
Uni Eropa Akan Terapkan Peraturan 'Charger Tunggal'
rmol news logo Parlemen Eropa tengah membahas rancangan peraturan untuk membuat charger atau pengisi baterai tunggal yang bisa digunakan oleh semua jenis ponsel.

Peraturan dibuat untuk menghindari kerumitan elektronik di Eropa dan kemungkinan diberlakukan pada tahun 2017 mendatang. Peraturan tersebut juga dibahas untuk mencegah adanya intervensi antar perangkat radio yang berbeda.

Seperti dilansir Daily Mail pada Jumat (14/3), Uni Eropa telah melakukan pemungutan suara kemarin untuk membahas peraturan tersebut. Hasilnya, rancangan peraturan tersebut disetujui oleh 550 suara

Rancangan peraturan tersebut didorong oleh anggota parlemen Eropa asal Jerman, Barbara Weiler.

"Saya secara khusus senang bahwa kita sepakat pada pengenalan charger umum ini. Ini melayani baik kepentingan konsumen maupun lingkungan, Ini akan mengakhiri kekacauan pengisian dan 51,000 ton limbah elektronik setiap tahunnya," kata Weiler.

Akan tetapi, rancangan peraturan tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Partai Kemerdekaan Inggris atau UK Independence Party (UKIP).

"Ini adalah langkah mundur karena memaksakan charger tunggal (berarti) menghambat inovasi, membatasi penelitian, dan dapat mengenakan biaya tambahan pada konsumen. Tindakan alternatif dan lebih baik adalah dengan mendorong keragaman, kompetisi dan pembangunan yang lebih besar," kata wakil pimpinan umum UKIP, Paul Nuttall.

"Uni Eropa dilumpuhkan oleh ideologi satu ukuran yang cocok untuk semua, baik itu kebijakan ekonomi, mata uang, kebijakan perikanan dan sekarang bahkan pengisi baterai telepon," lanjutnya.

Ia menyebut bahwa pihaknya mengusulkan agar membiarkan adanya perkembangan keragaman, termasuk dalam charger ponsel. Selain itu, lanjutnya, biarkan konsumen yang emmilih dan bukan legislator ataupun regulator.

Sekalipun telah melakuka pemungutan suara di tingkat legislatif Eropa, namun peraturan tersebut masih harus disetujui oleh Dewan Eropa yang terdiri dari para menteri di seluruh anggota Uni Eropa.

Setelah mendapat persetujuan, setiap negara anggota memiliki waktu dua tahun untuk bisa menerapkan peraturan tersebut dalam hukum nasionalnya.

Saat ini ada sekitar setengah miliar ponsel di Uni Eropa. Sebagian besarnya menggunakan jenis charger yang berbeda. Bahkan satu merk bisa memiliki charger yang berbeda, tergantung pada tipe ponselnya.

Para pakar memperkirakan bahwa ada sekitar 30 jenis charger saat ini di pasaran Uni Eropa.

Namun sejumlah produsen ponsel seperti Apple, Nokia, Motorola, Samsung, Sony Ericsoon, dan ALCATEL telah menandatangani perjanjian untuk membuat produksi ponselnya bisa mengggunakan satu jenis charger. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA