Hal tersebut ditemukan setelah para peneliti melakukan kajian dengan mengamati data dari jutaan pengguna facebook. Secara spesifik, para peneliti mengkaji dampak dari hari yang hujan kepada suasana hati pengguna facebook.
Dari hasil kajian tersebut, peneliti menemukan bahwa untuk setiap orang yang terkena dampak hujan secara langsung bisa mempengaruhi setidaknya dua orang lainnya melalui facebook.
"Apa yang orang rasakan dan katakan di suatu tempat akan bisa menyebar ke banyak bagian dunia pada hari yang sama," demikian penjelasan studi yang dipublikasikan di jurnal ilmu pengetahuan online Plos One seperti dilansir
BBC pada Kamis (13/3).
Selain itu, studi juga menunjukkan bahwa jaringan sosial online dapat memperbesar sinkroni emosional global.
Para peneliti telah lama memahami bahwa emosi bisa menyebar ke orang lain dengan cara interaksi tatap muka (face to face). Namun dengan adanya kecanggihan teknologi yang membawa serta perubahan sosial, peneliti ingin mempelajari mengenai apakah ada efek berarti seperti penyebaran emosi melalui interaksi di media sosial.
Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa konten emosional dari miliaran pembaharuan yang diposting oleh pengguna facebook antara Januari 2009 dan Maret 2012.
Mereka melakukan kajian mengenai penyebaran emosional dengan melihat bagaimana perubahan pembaharuan dilakukan oleh pengguna facebook ketika ia berada di wilayah yang hujan.
Hasilnya, mereka menemukan bahwa posting konten-konten negatif di facebook meningkat hingga 1.16 persen dan posting mengenai konten positif menurun hingga 1.19 persen sebagai respon atas cuaca buruk.
Kemudian peneliti memperhatikan postingan orang yang memiliki ikatan pertemanan dengan mereka yang terkena dampak hujan, namun tinggal di kota di mana cuacanya tidak buruk.
Hasilnya, postingan negatif seorang pengguna facebook terkait cuaca buruk menghasikan tambahan 1.29 posting negatif lainnya di antara teman-teman facebooknya.
Sementara itu, postingan positif seorang pengguna facebook terkait cuaca buruk menghasilkan tambahan 1,75 posting positif lainnya.
Hasil tersebut menyiratkan bahwa emosi bisa saja menyebar melaluin jaringan sosian untuk menghasilkan sinkroni emosional lainnya.
"Teknologi online saat ini mungkin meningkatkan sinkroni ini dengan memberikan kesempatan kepada orang untuk lebih mengekspresikan diri ke kontak sosial yang lebih luas," jelas tim peneliti.
"Akibatnya, kita dapat melihat lonjakan besar dalam emosi global yang dapat menghasilkan peningkatan volatilitas dalam segala hal dari sistem politik hingga pasar keuangan," jelasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: