Dalam debat yang digelar di Balai Sudirman, Jakarta Selatan ini, ada empat tokoh nasional yang dihadirkan untuk menjadi panelis. Mereka pakar etika politik dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis Suseno, budayawan Jaya Suprana, pengamat politik-militer Salim Said, dan Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin.
Selama ini, acara debat publik ini selalu mendapat perhatian besar, baik dari masyarakat maupun para pendukung ketujuh kandidat Capres Rakyat.
Sementara tujuh kandidat capres rakyat adalah Yusril Ihza Mahendra, Rizal Ramli, Isran Noor, Sofjan Siregar, Anni Iwasaki, Ricky Sutanto dan Tony Ardi.
Di antara tujuh kandidat itu, ada dua nama yang bersinar dan dinilai sebagai dua kandidat kunci. Mereka adalah Rizal Ramli dan Yusril Ihza Mahendra. Bahkan ada yang percaya, kedua tokoh ini bisa menjadi kuda hitam 2014.
Rizal Ramli adalah ekonom senior yang saat menjabat Menko Perekonomian di era Presiden KH Abdurraham Wahid cukup membawa perubahan yang sigfinikan dan Indonesia mampu kembali bangkit di masa-masa awal tranisi. Namun sayang, saat itu aspek politik begitu mendominasi hingga kesuksesan ekonomi pemerintahan Abdurrman Wahid di bawah komando Rizal Ramli jarang terdengar.
Sementara Yusril Ihza Mahendara adalah sosok yang diketahui publik sebagai pakar hukum tata negara. Di tangan Yusril, hukum menjadi nyata dan di tangan Yusril pula dinilai kepastian penegakkan hukum bisa terwujud.
[ysa]
BERITA TERKAIT: