Begitu harapan capres dari Partai Golkar Aburizal Bakrie. "Faktanya, anak muda kita kaya akan ide-ide kreatif yang mampu menghasilkan sebuah produk bernilai tinggi. Sayangnya, kita lemah dalam pemasaran dan promosi,†ujar ARB saat membuka Festival of Ideas (FOI) yang digelar Epicentrum Kebangsaan (CenSa) di Universitas Padjajaran, Bandung, Jumat (21/2).
Jangan pernah pesimistis karena kita orang kampung, orang tidak mampu, atau apa saja keminderan yang kita miliki. Karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau.
“Anak muda Indonesia harus fight for the ideas. Dimulai dari sebuah ide lalu dituangkan dengan produk, dan dipasarkan. Dengan keberanian semua akan tercipta, dan jangan lupa maknailah sebuah kegagalan sebagai proses menuju keberhasilan," ujarnya menggenjot semangat ribuan mahasiswa dan komunitas kreatif Bandung yang hadir dalam FOI.
Ide yang mungkin orang lain remehkan, masih menurut ARB, sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang luar biasa. Ditegaskan dia, harga untuk sebuah ide itu sangat mahal.
"Kita bisa membuat ide apa saja, dan sebenarnya bisa memasarkan dengan baik serta mudah. Seseorang yang mempunyai ide, jangan memberikan ide ke orang lain kecuali ke orang yang ingin membelinya karena salah satu kunci sukses usaha itu bukan uang atau modal tapi ide,†papar ARB.
Festifal of Ideas (FOI) adalah inisiatif Epicentrum Kebangsaan (CenSa) yang merupakan manifestasi kepedulian ARB terhadap pengembangan kapasitas anak muda. Hingga saat ini CenSa berjejaring dengan ratusan komunitas anak muda. Berbagai program CenSa adalah Festival Seni dan Budaya Kreatif (FesBuK), Dialog Pengembangan Diri Anak Muda (PDAM), dan Sekolah Pemimpin Muda Indonesia (SPMI).
Dalam FOI ini terdapat berbagai workshop dengan tema berbeda secara besamaan. Para peserta bebas memilih workshop yang ingin dikunjungi sesuai ketertarikannya.
“Festival of Ideas adalah festival ide-ide kreatif dengan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif Indonesia. Workshop dalam FOI ini terdiri dari kelas jurnalisme, coaching music, photography, broadcasting, dan pelatihan membuat film,†ujar Mohamad Iqbal, Program Manager Epicentrum Kebangsaan.
FOI menurut Iqbal akan rutin diadakan setiap bulannya di beberapa daerah di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. “Peserta FOI secara keseluruhan terdiri dari ribuan mahasiswa Unpad, ratusan pelajar dan puluhan komunitas kreatif di Bandung. Para pembicara workshop akan memotivasi, berbagi ide, dan menularkan virus kreativitas untuk meningkatkan skill anak muda,†tutup Iqbal.
[dem]
BERITA TERKAIT: