Menurut Presiden Negarawan Center, Johan O Silalahi, skenario pertama ini mungkin saja terjadi. Namun dia mengingatkan, peluang besar dalam skenario ini adalah kekalahan. Sebab peluang pasangan ini untuk menang sangat kecil.
Dari sisi segmentasi saja, lanjut Johan, pemilih mereka menjadi terbatas, yaitu kelompok nasional. Keduanya bukan refresentasi Islam.
"Jangan sepelekan soal representasi Islam ini. Kalau isu itu digulirkan, akan jadi sentimen negatif kepada pasangan ini," kata Johan, yang juga Ketua Polhukam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), saat berbincang dengan
Rakyat Merdeka Online, Selasa malam (18/2).
Kelemahan kedua pasangan ini, lanjut Johan, adalah terkait dengan trackrecord. Megawati, yang sangat idealis dan ideologis, pernah memimpin Indonesia dengan jabatan yang sangat singkat. Sementara Jokowi juga baru memimpin Jakarta ini belum lama.
"Kompetensi pemimpin Indonesia setelah SBY ini penting. Sebab SBY meninggalkan beragam persoalan seperti masalah pangan, jeratan utang, masalah energi, devisa yang menurun dan lai-lain," demikian Johan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: