Demokrat Tak Perlu Sungkan Turun Derajat dan Pemenang Konvensi Jadi Menteri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 18 Februari 2014, 08:18 WIB
Demokrat Tak Perlu Sungkan Turun Derajat dan Pemenang Konvensi Jadi Menteri
ari junaedi/net
rmol news logo . Demokrat, sebagaimana disampaikan Ketua Dewan Pembina EE Mangindaan, punya dua skenario terkait dengan Konvensi.

Bila meraih suara 15 persen dalam pemilihan legislatif, pemenang Konvensi akan diusung menjadi capres. Namun bila raihan suara Demokrat cuma 7 persen, maka pemenang Konvensi akan diusung jadi cawapres atau bahkan cuma menteri.

Pengajar program pascasarjana Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, sebagaimana disampaikan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 18/2), setuju dengan skenario EE Mangindaan ini. Artinya, Demokrat harus mengubur cita-citanya bisa mengusung sosok pengganti SBY.  

"Demokrat tidak boleh sungkan atau malu jika di pemerintahan baru nanti turun derajat atau hanya mengisi posisi menteri yang tidak strategis. Itu pun dengan catatan, Demokrat diajak berkoalisi oleh parpol pemenang pemilu," kata Ari, yang juga pengajar Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Dr Soetomo Surabaya, dan Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta ini.

Saran Ari lagi, yang meraih penghargaan World Customs Organization Serticificate of Merit 2014, momentum ini harus digunakan Demokrat untuk membangun partai modern yang berbasis kepada pembelaan rakyat miskin.

"Bukan lagi pada rezim SBY," demikian Ari Junaedi, yang sebelumnya juga menilai skenario mengusung capres sendiri akan susah karena target 15 persen terlalu muluk. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA