GUNUNG KELUD MELEDAK

Presiden SBY: Pastikan Apakah Ini Ledakan Terbesar atau akan Ada Lagi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 14 Februari 2014, 07:55 WIB
Presiden SBY: Pastikan Apakah Ini Ledakan Terbesar atau akan Ada Lagi
sby/net
rmol news logo Presiden SBY meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menangani dampak erupsi Gunung Kelud dengan memperkuat atau mendampingi Pemda Kabupaten Blitar, Kediri dan Malang, Jawa Timur.

Presiden juga mengitruksikan agar memenuhi semua kebutuhan pengungsi. Dan Gubernur Jatim Soekarwo telah diperintahkan merapat ke daerah untuk memberikan bantuan.

"Pastikan ke PVMBG apakah letusan ini yang terbesar atau akan ada letusan berikutnya," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan arahan Presiden SBYsesaat lalu (Jumat, 14/2).

Sebelumnya Kepala BNPB Syamsul Maarif telah melaporkan penanganan erupsi Gunung Kelud secara langsung kepada Presiden SBY di lokasi pengungsian sementara di Desa Kepung, Kec. Kepung Kediri berjarak 15 km dari puncak Gunung Kelud, pada Jumat (14/2) pukul 06.05 WIB.

Sebelumnya Sutopo menginformasikan, erupsi Gunung Kelud masih berlangsung meskipun terjadi penurunan, dan tremor-tremor masih berlangsung. Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) memprediksikan kemungkinan tidak akan terjadi erupsi besar lagi seperti erupsi yang terjadi pada Kamis malam (13/2) pukul 23.30 WIB. Erupsi pertama pukul 22.50 WIB kemudian disusul erupsi besar 23.30 WIB.

Saat ini proses evakuasi masih dilakukan, dengan jumlah daerah dampak erupsi Hunung Kelud pada radius 10 km, sebanyak 35 Desa, 9 Kec, 3 Kab (Blitar, Kediri, Malang). Jumlah penduduk terpapar 201.228 jiwa/58.341 KK dengan rincian Blitar 96.843 jiwa/28.003 KK, Kediri 58.842 jiwa/17.134 KK, dan Malang 45.543 jiwa/13.204 KK.

Sementara masyarakat di radius 15 km, kata SUtopo, banyak yang kerja bakti membersihkan pasir dan abu di jalan meskipun hujan abu masih berlangsung. Pembersihan dilakukan secara swadaya agar tidak ada kecelakaan lalu lintas karena tebal abu pasir sekitar 3-5 cm.

BNPB, BPBD, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. Hujan abu menyebar di beberapa wilayah: Kediri, Malang, Blitar, Surabaya, Ponorogo, Pacitan, Solo, Yogya, Boyolali, Magelang, Purworejo, Temanggung dan lain-lain. Dan Bandara Juanda, Adi Sumarmo, dan Adi Sucipto untuk sementara ditutup karena terdampak hujan abu G. Kelud. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA