Pendukung Jokowi Pastikan Pemesan Survei Stan Greenberg Bukan James Riyady

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 12 Februari 2014, 09:31 WIB
Pendukung Jokowi Pastikan Pemesan Survei Stan Greenberg Bukan James Riyady
james riady/net
rmol news logo . Beredar kabar bebrapa waktu lalu bahwa ada rekayasa di balik elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden.

Adalah Stan Greenberg,  yang merupakan konsultan kawakan Amerika Serikat, yang disebut-sebut sebagai sosok di balik popularitas Jokowi. Apalagi survei yang dilakukan Stan Greenberg menyebutkan bahwa elektabilitas Jokowi berada di angka 68 persen dan PDI Perjuangan 28 persen. Survei ini, disebut-sebut dibiayai oleh pengusaha James Riyady.

Atas hal ini, Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Sihol Manulang, memastikan bahwa PDI Perjuangan dan James sama sekali tidak menjadi pihak di balik survei ini. Bahkan temuan Bara JP, survei ini justru dipesan oleh Partai Demokrat.

"Presentasi survei, diadakan di kantor Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Jadi tidak benar bahwa Stan Greenberg dibiayai oleh James Ryadi," kata Sekjen Bara JP, Utje Gustaaf Patty, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 12/2).

Saat ini, Ketua Apkasi adalah Isran Noor. Isran Noor merupakan Ketua DPD Demokrat Kalimantan Timur.

Bara JP, ungkap Utje Gustaaf Patty, perlu menyampaikan hal ini. Sebab diantaranya, ada yang menyebut hasil penelitian Greenberg itu sebagai hoax dan merupakan rekayasa. Ada juga yang menyebut survei itu rekayasa belaka, dan dipesan untuk engangkat nama Jokowi. Di saat yang sama,  kedatangan Tim Greenberg itu dikait-kaitkan dengan James Riyadi

"Padahal James malah tidak tahu apa-apa, sama sekali tidak terlibat. Pemesan, justru orang lingkaran dalam kekuasaan. Kami tidak ada kaitan dengan James Riyady. Klarifikasi ini bukan untuk membela James, tetapi jangan sampai pemesan survei bersembunyi dan menunjuk kambing hitam," demikian Utje Gustaaf Patty. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA