KRI USMAN HARUN

Pemerintahan SBY Akan Terlihat Lemah Bila Ikuti Permintaan Singapura

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 10 Februari 2014, 07:55 WIB
Pemerintahan SBY Akan Terlihat Lemah Bila Ikuti Permintaan Singapura
presiden sby/net
rmol news logo . Indonesia diyakini tidak mungkin mundur dengan kebijakan memberi nama Usman Harun pada salah satu Kapal Republikk Indonesia (KRI)-nya.

"Sebab selain ini karena masalah kedaulatan yang tidak dapat ditawar, juga pemerintah akan terlihat lemah di mata publiknya terhadap Singapura bila mundur dari kebijakannya," kata Gurubesar hukum internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu malam (9/2)

Masyarakat Indonesia, Hikmahanto mengingatkan, menganggap Indonesia sebagai negara besar dan tidak seharusnya menyerah dengan protes Singapura. Di saat yang sama, di tahun politik ini juga, pemerintahan SBY tentu tidak akan mau terlihat lemah di mata masyarakatnya.

"Namun demikian pemerintah Indonesia perlu melokalisir agar permasalahan ini tidak merembet menjadi ketegangan antar rakyat, melalui sosial media. Juga ketegangan ini diharapkan tidak menganggu hubungan ekonomi kedua negara," demikian Hikmahanto. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA