"Partai Golkar ingin DPR dan Presiden dapat. Maka diperkenalkan o
ne united campaign atau kampanye kesatuan pileg dan pilpres. Sehingga kedua-duanya bisa tercapai," kata Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung dalam kunjungan ke Redaksi Rakyat Merdeka di Jakarta kemarin, (Rabu, 5/2).
Kampanye kesatuan yang dimaksud, jelas Akbar, adalah melakukan kampanye untuk caleg sekaligus mengkampanyekan capres Golkar. Namun Akbar mengaku bahwa yang paling diprioritaskan saat ini adalah perolehan suara di Pileg.
"Kalau Golkar dapat dukungan suara tinggi setidaknya di atas 20 persen, maka bisa usung calon presiden," lanjut Akbar.
Akbar mengaku bahwa dirinya kerap mengikuti perkembangan hasil survei dari sejumlah lembaga ataupun media. Hasil survei tersebut dijadikan acuan untuk membaca peta dukungan politik yang ada.
"Kalau dilihat dari survei-survei yang ada, Golkar berada di atas bersama-sama dengan PDIP," kata mantan Ketua DPR ini.
"Tapi kalau untuk pemilihan presiden memang berbeda. Yang paling tinggi Jokowi, ini susah dikejar. Posisi kedua Prabowo. Ada juga Megawati, Aburizal Bakrie, Wiranto, dan calon-calon lain," terangnya.
Terkait pemilihan presiden Akbar enggan berkomentar banyak. Ia hanya menyebut bahwa peta dukungan untuk pengusungan capres serta kemungkinan koalisi baru dapat dilihat pasca pemilu legislatif. "Setelah tanggal 9 bisa ketahuan siapa partai yang menang dan bisa usung capres," demikian Akbar.
[zul]
BERITA TERKAIT: