
. Di tengah konflik antar partai politik, Nahdhatul Ulama (NU) bisa hadir sebagai penengah. Di tahun politik juga, NU bisa menjadi penyelamat Indonesia.
Demikian kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj saat memperingati Tasyakur Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-88 Tahun di gedung PBNU, Jakarta Pusat (Jumat, 31/1)
"Ketika terjadi konflik parpol, NU akan jadi penyelamat dari konflik," ujar Said Agil.
Tidak hanya itu, di tahun yang tidak muda ini, katanya, NU tetap menjaga NKRI dan pancasila di tengah-tegah goncangan peradaban dunia. Sebab bagi NU, membela NKRI dan Pancasila merupakan keharusan politik untuk menjaga kesatuan dan kedamaian negeri ini.
"Sekaligus merupakan kewajiban syar'i membela negara wajib hukumnya. Komitmen atau kesetiaan ini perlu terus ditegaskan hingga NU genap berusia satu abad nanti," tutup Said.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: