"Itu kader loyal namanya. Kader yang berpegang teguh pada prinsip. Pak Jokowi sosok negarawan," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, di gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Selasa, 28/1).
Loyalitas Jokowi ini, ungkap Maruarar, membuktikan bahwa memang Jokowi memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Hubungan itu adalah hubungan historis yang sangat panjang, hubungan ideologis yang terjalin kuat, dan hubungan komunikasi yang intensif dan berkualitas.
Megawati sendiri, lanjut Maruarar, juga adalah seorang negarawan dan ideolog yang berhasil melahirkan kader-kader tangguh dan berprinsip. Karena itu, Megawati tidak pernah cemburu dengan elektabilitas kader-kadernya, karena memang kader-kader itu dilahirkan melalui proses kaderisasi yang matang dan proses regenerasi yang sistematis-meritokartik melalui tangan dingin Megawati. Sikap Megawati ini berbeda dengan ketua umum partai lain bila ada kadernya yang lebih menonjol.
Karena itu, Maruarar menegaskan Megawati tidak bisa bisa dipaksa-paksa untuk menetapkan Capres. Sebab tanpa ditekan pun, Megawati sangat berpikir rasional dan objektif, dan tahu persis kapasitas kader-kadernya itu. Terbukti, pilihan Megawati selalu tepat. Contoh yang paling terbuka, adalah mengusung Jokowi di Pilkada Jakarta, yang padahal saat itu elektbailitasnya masih di bawah 10 persen. Pun demikian dalam Pilkada Jawa Tengah dengan mengusung Ganjar Pranowo
"Mbak Mega selalu memiliki keputusan terbaik jadi kita tunggu saja," demikian Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait.
[ysa]
BERITA TERKAIT: