"Kunjungan ini benar-benar mengecawakan warga," kata gurubesar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI), Maswadi Rauf, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 22/1).
Maswadi menilai, ada yang salah dengan pihak-pihak yang membuat jadwal kunjungan ini. Dan secara sosial-politik, kunjungan ini bukan malah mendatangkan kebahagian bagi pengungsi, namun justru memicu sakit hati.
"Buat apa tiga jam? Perjalanan Jakarta ke Manado saja sudah tiga jam," tegas Maswadi.
Maswadi pun menilai acara kunjungan ini benar-benar fatal. Apalagi, Boedioni, sebagai orang pusat, tidak mungkin meraih data yang benar dan valid terkait dengan kondisi pengungsi banjir bandang.
"Kalau bisa, harusnya dia menginap tiga hari. Rakyat itu mau diperhatikan kok, bukan mau bantuan. Perhatian itu lebih penting," demikian Maswadi. [ysa]
BERITA TERKAIT: