Misalnya, kata anggota Komisi I dari Fraksi Hanura, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, dengan membandingkan atau mempertentangkan peluncuran buku dengan kondisi banjir yang memang memprihatinkan. Dan apalagi, SBY juga tidak menggelar acara peluncuran dengan berlebihan atau mewah.
"Lagi pula, semalam kebetulan saya hadir. Pak SBY jelaskan kenapa tanggal 17 Januari karena JCC kosongnya tanggal itu," kata Nuning, biasa Susaningtyas disapa, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 18/1).
Nuning berpandangan buku setebal 824 halaman itu seperti
published own diary , atau dengan kata lain buah pikiran yang dituangkan dalam tulisan.
"Ya mungkin mau dijadikan kenang-kenangan saat sudah tidak memerintah lagi ya," ungkap Nuning, yang juga menulis buku
Komunikasi dalam Kinerja Intelijen Keamanan.
"Pro kontra pasti ada, bahkan tidak dalam situasi dan kondisi banjir sekalipun. Politik kita kan fluktuatif dan dinamis," demikian Nuning.
[ysa]
BERITA TERKAIT: