Produser Eksekutif
KBE, Egy Massadiah, menyampaikan rencana pemutaran film itu di layar lebar dalam pertemuan dengan Mendikbud Muhammad Nuh di Kemendikbud, Senin malam (13/1).
Pertemuan diisi dengan nonton bareng yang juga dihadiri sejumlah pejabat Kemendikbud seperti Wakil Menteri Mendikbud Wiendu Nuryanti, Dirjen Kebudayaan Katjung Maridjan, dan Dirjen Pendidikan Dasar Hamid Muhammad.
Egy mengatakan, film
KBE sudah diputar di lima universitas, termasuk Universitas Bung Kanor (UBK) yang didirikan putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, beberapa waktu lalu. Bahkan film itu juag sudah diputar di Jakarta Theater.
Pemutaran di Universitas Hasanuddin di Makassar, sebutnya, dihadiri oleh 2.000 penonton.
Sementara ketika diputar di Ende yang merupakan suting film, jumlah penonton di luar yang diperkirakan, mencapai 5.000 orang.
“Penontonnya (di Ende) mencapai 5.000 orang. Jadi kita bikin semacam layar tancap,†ujarnya.
Film
KBE berkisah mengenai kehidupan Bung Karno ketika dibuang pemerintah kolonial Belanda di Ende antara 1934 hingga 1938.
Dalam pertemuan itu Egy juga berbagi cerita mengenai kesulitan-kesulitan dalam proses pembuatan film ini.
“Diantaranya masalah transportasi dari Jakarta ke Ende. Kami membawa kurang lebih 10 ton peralatan karena membangun rumah Soekarno, membangun dermaga, dan sebagainya yang tidak mungkin peralatan itu bisa kami temukan di Ende. Itu tiga kali naik pesawat. Jakarta-Bali, Bali-Kupang, Kupang-Ende,†cerita Egy.
Egy juga menuturkan film
KBE dapat sukses juga berkat dukungan berbagai pihak seperti keluarga Bung Karno dan juga keluarga Inggit Garnasih.
Berkaitan dengan rencana penayangan
KBE di bioskop, Egy menyampaikan pada M Nuh dengan nada ringan agak bercanda.
“Pak menteri, film ini ibaratnya sepasang pengantin yang sudah akad nikah tapi belum menyelenggarakan resepsi, afdolnya sebuah film itu adalah tayang di bioskop, nah resepsi ini kita analogikan tanyang di bioskop, sampai sekarang belum tayang.â€
Memang agak sulit
KBE ditayangkan di bioskop mengingat film itu merupakan produksi Kementerian Pendidikan Kebudayaan. Oleh karena itu, jika tayang di bioskop harus ada beberapa hal yang diurus seperti penarikan karcis.
M. Nuh tertarik mendengar penrnyataan Egy. Ia berjanji akan membicarakan penayangan film ini di bioskop agar tidak menyalahi aturan Kementerian.
“Saya akan minta bagian hukum dan Inspektorat Jenderal untuk segera mencari jalan agar film ini bisa tayang di bioskop,†uajr Mendikbud ditirukan Egy.
M. Nuh juga mengatakan dirinya suka pada dialog-dialog intelektual Bung Karno di pengasingan Ende. Misalnya ketika Bung Karno membicarakan marxisme dan religiusitas dimana, seperti juga digambarkan pada salah satu adegan, Bung Karno mengatakan: “Marxisme saya adalah Marxisme yang menggema Islam di dalamnya.â€
Egy Massadiah sebagai produser barjanji bahwa
KBE pasti tayang di bioskop agar dapat dinikmati masyarakat luas sebagai pencerahan sejarah bapak bangsa.
“Tunggu saja tanggal mainnya bahwa
KBE akan tayang di bioskop dan akan menjadi salah satu pencerahan sejarah , karena memang Bung Karno milik kita semua,†ujar Egy yang ikut bermain dalam film tersebut sebagai tokoh yang mengantarkan Bung Karno ke Ende sambil tersenyum.Â
[dem]
BERITA TERKAIT: