Demikian disampaikan Direktur Ekskutif Indo Barometer, M. Qodari. Qodarai pun mengatakan, paling tidak, secara garis besar, ada tiga macam cawapres. Yaitu kalangan non-partai, tokoh partai tapi bukan ketua umum, dan ketua umum partai.
"Contoh kategori pertama adalah Dahlan Iskan dan Panglima TNI Moeldoko. Contoh kedua adalah Mahfud MD, Jusuf Kalla, atau Hary Tanoesudibjo. Contoh ketiga adalah Hatta Rajasa, Muhaimin Iskandar, Suryadharma Ali, dan lainnya," ujarnya, Senin malam (30/12).
Berdasar pengalaman pilpres sebelumnya, lanjut Qodari, cawapres dengan peluang terbesar akan datang dari ketua umum partai menengah. Sebab, dalam koalisi capres biasanya diambil partai besar. Adapun ketua umum, kata dia, pertimbangannya karena dia yang berhak tandatangan.
Dalam survei yang dilakukan oleh Indo Barometer pada 4-14 Desember sendiri, masih kata Qodari, untuk simulasi cawapres yang akan dipilih jika pelpres dilakukan saat ini adalah Jusuf Kalla 11,6 persen, Wiranto 6,9 persen, Hary Tanoesoedibdjo 6,8 persen, Hatta Rajasa 6 persen, Dahlan Iskan 5,6 persen, Mahfud MD 4,1 persen, Sri Sultan Hamengku Buwono X 4 persen, Muhaimin Iskandar 2,9 persen, Yusril Ihza Mahendra 1,6 persen, dan Khofofah Indar Parawansa 1,2 persen.
[ysa]
BERITA TERKAIT: