Siapa Pun Jualan PKS, Tidak Akan Laku di Pasar Politik!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 30 Desember 2013, 11:50 WIB
Siapa Pun Jualan PKS, Tidak Akan Laku di Pasar Politik<i>!</i>
pks/net
rmol news logo . Hasil Pemilihan Raya (Pemira) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menjaring calon presiden yang akan disodorkan di Pemilu 2014 telah mengukuhkan nama mantan Ketua MPR Hidayat Nurwahid sebagai kampiun teratas. Berikut menyusul nama Presiden PKS pengganti Luthfi Hasan Ishaq, Anies Mata.

Bagi pengajar komunikasi politik di Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi, siapapun sosok capres yang dihasilkan Pemira PKS, masyarakat pemilih tidak akan menggubris calon yang diusung PKS. Ibarat produk, nama PKS sudah terlanjur "jatuh" di mata masyarakat.

"Harus diakui turbulensi politik kasus suap impor daging dengan segala printilannya, terutama kisah kasih elit PKS, kemewahan, perilaku koruptif lainnya serta mengingkari jati dirinya sebagai partai bersih membuat masyarakat cuek dengan capres PKS," ungkap Ari.

Karena itu, lanjut Ari, siapa pun yang diajukan, entah itu Hidayat, Anis Matta ataupun Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, akan cukup berat bagi PKS menarik minat kalangan pemilih.  Apalagi pemilih sekarang ini semakin rasional dan memori pemilih tidak bisa dimanipulasi walaupun dengan gegap gempita pencitraan.

Kalaupun Hidayat Nur Wahid yang tetap dimajukan PKS sebagai capres, Ari Junaedi mengingatkan faktor kekalahan Hidayat di Pilgub DKI juga akan mengurangi nilai jual Hidayat.

"Tentu masyarakat akan melihat tidak ada daya tarik yang lebih karena yang dimunculkan dari stok lama. Masyarakat kita sekarang ini butuh pemimpin alternatif yakni sosok muda yang mumpuni. Bukan lagi dari pemimpin lama," ungkap pengajar program S2 dan S1 di berbagai universitas ini. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA