“Batik saja bisa jadi Hari Batik. Masa kerukunan kalah sama batik,†ujar impinan Walubi (Perwalian Umat Buddha Indonesia) Suhadi Sendjaya, seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet RI, Minggu (29/12).
Ia mengibaratkan, Indonesia punya bibit yang baik, ladangnya juga bagus, subur dan makmur. Yang perlu saat ini adalah pemeliharaan.
“Kami siap memelihara kerukunan itu,†tandas Suhadi.
Hal senada dikemukakan perwakilan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Agustinus.
“Hari Kerukunan Nasional, pasti kita dukung,†tandas pastur dari Ambon itu.
Natsir Jubaidi yang mewakili MUI juga mengapresiasi usulan Kementerian Agama yang mencanangkan HKN, Karena kalau sudah rukun pasti aman dan damai, serta Indonesia menjadi contoh negara di dunia.
[rus]