“Ini merupakan sumbangan para tokoh lintas agama kepada bangsa,†ujar Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet RI, Minggu (29/12).
Para tokoh lintas agama yang bertemu Menag Suryadharma Ali itu adalah tokoh yang mewakili agama Islam, Kristen, Katolik, Protestan, Buddha, Hindu dan Konghucu. Sementara Menag didampingi oleh Wamenag Nasaruddin Umar dan Sekjen Bahrul Hayat serta para pejabat Kemenag.
Jelas Suryadharma, disebut Hari Kerukunan Nasional bukan Hari Kerukunan Lintas Agama, alasannya adalah, kerukunan nasional maknanya lebih luas dibandingkan kerukunan lintas agama.
“Jadi bangsa ini bukan hanya menginginkan kerukunan agama, tapi juga menghendaki terjadi kerukunan suku, budaya, atau yang lainnya, termasuk kerukunan bidang politik. Jadi ada kerukunan antar partai politik,†papar Menag.
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap HKN yang digelar pada tanggal 3 Januari 2014 ini akan diadakan setiap tahun.
Suryadharma Ali menambahkan, di era Orde Baru ada yang disebut dengan istilah stabilitas politik, ekonomi dan keamanan syarat kondusif untuk bisa membangunan negeri, maka sekarang ini syarat untuk bisa membangun adanya kerukunan, baik kerukunan internal agama sendiri, dan antar agama, termasuk kerukunan suku, budaya, etnis dan lainnya.
“Jadi begitu pentingnya arti dari kerukunan nasional sebagai syarat untuk bisa membangun bangsa dan negara,†tandas Suryadharma Ali.
[rus]