PPI: SBY, Urat Takut Kami Sudah Putus!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 26 Desember 2013, 17:26 WIB
PPI: SBY, Urat Takut Kami Sudah Putus<i>!</i>
tri dianto/rm
rmol news logo Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Organisasi Masyarakat (Ormas) bentukan Anas Urbaningrum, menanggapi santai somasi yang dilayangkan Presiden SBY melalui pengacaranya terhadap Sri Mulyono.

"Kami meminta kepada kuasa hukum keluarga SBY, tidak usah menakut-nakuti karena urat takut kami sudah putus," ujar Jurubicara PPI, Tri Dianto kepada Rakyat Merdeka Oline, sesaat lalu (Kamis, 26/12).

Somasi terhadap Sri Mulyono sudah dilayangkan dua kali oleh Palmer Situmorang selaku pengacara keluarga Presiden SBY. Pengurus PPI itu menerima somasi pertama tanggal 14 Desember, dan kedua tanggal 20 Desember terkait pernyataannya di blog "Dari Jeddah, SBY 'memerintahkan' KPK supaya menetapkan status hukum Anas 'tersangka'.

Pernyataan Sri Mulyono itu terdapat dalam artikel berjudul "Anas: Kejarlah Daku Kau Terungkap" yang ditulisnya, dan dimuat di  media warga Kompasiana.com, pada 14 Desember 2013.
 
Tri Dianto yang pernah menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap meminta SBY untuk tidak sibuk mengurus para pengritiknya, karena masih banyak permasalahan penting bangsa dan Negara yang belum bisa diatasi.

"Kami sarankan SBY dengan sisa waktu kekuasaan yang tinggal beberapa bulan lagi, lebih banyak memikirkan nasib rakyat daripada memikirkan orang-orang yang mengkritik dirinya," pungkas Tri Dianto.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA