RM Zulkipli: Di Film Soekarno Sejarah Perjuangan dan Kemerdekaan Diselewengkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 17 Desember 2013, 11:07 WIB
RM Zulkipli: Di Film <i>Soekarno</i> Sejarah Perjuangan dan Kemerdekaan Diselewengkan
FOTO:NET
rmol news logo Kecaman terhadap film Soekarno terus mengalir. Sutradara Hanung Bramantyo dan Ram Punjabi selaku bos rumah produksi Tripar Multivision Plus yang memproduseri film tersebut dinilai sudah menyesatkan sejarah proklamator dan kemerdekaan RI.

"Dengan seenaknya mengganti sejarah perjuangan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia yang perkasa dijadikan hanya kisah cekcok pasutri dan asmara remaja wanita. Film Soekarno merupakan hasil penyesatan Ram Punjabi dan Hanung," ujar pendiri Indonesia Media Watch( IMW), RM Zulkipli dalam pembicaraan dengan redaksi, tadi malam (Senin, 16/12).

Film Soekarno sangat mengusik pikiran sehat bangsa tak terkecuali para pembaca sejarah. Membiarkan film tersebut tetap tayang berarti mendiamkan jutaan anak bangsa menyaksikan kesesatan.

Mengutip Pramoedya Ananta Toer, RM Zulkipli mengatakan bahwa tidak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya kalau dia tak mengenal sejarahnya. Masalahnya dengan film Soekarno, film tersebut malah membuat bangsa ini tidak mencintai negerinya karena sejarah yang ditampilkan sejarah kepalsuan.

Film Soekarno, sambung RM Zulkipli, menggambarkan sejarah pendiri negeri dipasarkan sebagai  penyalur pelacur untuk fasis penjajah negerinya. Penyesatan Hanung dan Ram Punjabi terlihat jelas dari penggambaran mengenai sosok Soekarno sebagai guru yang menggerayangi tubuh murid dan sejawat anaknya. Bukan hanya itu, film tersebut juga mengisahkan bahwa kemerdekaan RI merupakan hadiah Jepang, bangsa pecundang yang baru kalah dalam perang dunia.

"Bagaimana mungkin penegak hukum dan sarjana hukum di republik ini membiarkan film ini tetap tayang bahkan ketika Pengadilan Niaga telah memutuskan peredaran film harus dihentikan," demikian RM Zulkipli.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA