"Dengan seenaknya mengganti sejarah perjuangan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia yang perkasa dijadikan hanya kisah cekcok pasutri dan asmara remaja wanita. Film
Soekarno merupakan hasil penyesatan Ram Punjabi dan Hanung," ujar pendiri Indonesia Media Watch( IMW), RM Zulkipli dalam pembicaraan dengan redaksi, tadi malam (Senin, 16/12).
Film
Soekarno sangat mengusik pikiran sehat bangsa tak terkecuali para pembaca sejarah. Membiarkan film tersebut tetap tayang berarti mendiamkan jutaan anak bangsa menyaksikan kesesatan.
Mengutip Pramoedya Ananta Toer, RM Zulkipli mengatakan bahwa tidak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya kalau dia tak mengenal sejarahnya. Masalahnya dengan film
Soekarno, film tersebut malah membuat bangsa ini tidak mencintai negerinya karena sejarah yang ditampilkan sejarah kepalsuan.
Film
Soekarno, sambung RM Zulkipli, menggambarkan sejarah pendiri negeri dipasarkan sebagai penyalur pelacur untuk fasis penjajah negerinya. Penyesatan Hanung dan Ram Punjabi terlihat jelas dari penggambaran mengenai sosok Soekarno sebagai guru yang menggerayangi tubuh murid dan sejawat anaknya. Bukan hanya itu, film tersebut juga mengisahkan bahwa kemerdekaan RI merupakan hadiah Jepang, bangsa pecundang yang baru kalah dalam perang dunia.
"Bagaimana mungkin penegak hukum dan sarjana hukum di republik ini membiarkan film ini tetap tayang bahkan ketika Pengadilan Niaga telah memutuskan peredaran film harus dihentikan," demikian RM Zulkipli.
[dem]
BERITA TERKAIT: