Pengganti Taufik Kiemas: SBY Tutupi Rasa Malu kepada Anas Urbaningrum

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Sabtu, 14 Desember 2013, 12:44 WIB
Pengganti Taufik Kiemas: SBY Tutupi Rasa Malu kepada Anas Urbaningrum
susilo bambang yudhoyono
rmol news logo Pernyataan Presiden SBY tentang potensi gangguan oleh kelompok tertentu terhadap proses Pemilu 2014 dan Pilpres 2014 tidak perlu dibawa ke hati dan dianggap serius.

Sejatinya, pernyataan itu adalah salah satu cara ketua umum Partai Demokrat itu untuk menutupi rasa malu atas kegagalan memimpin partai.

Demikian disampaikan aktivis PDI Perjuangan Beathor Suryadi yang menggantikan almarhum Taufiq Kiemas sebagai wakil rakyat.

Menurut Beathor, SBY gagal memperbaiki citra partai itu. Bila dibandingkan dengan PDI Perjuangan, Partai Demokrat jelas tidak ada apa-apanya. Dalam sejumlah survei disebutkan bahwa popularitas PDIP di atas 24 persen, sementara Partai Demokrat di bawha 10 persen.

Di sisi lain, Konvensi Partai Demokrat disebutkan menghasilkan capres dengan popularitas di bawah 6 persen. Jauh di bawah popularitas Joko Wododo di atas 34 persen. Jokowi adalah jagoan PDIP yang diperkirakan akan menjadi capres dari partai banteng itu.

"Bahkan tingkat kepercayaan rakyat terhadap kinerja pemerintah semakin merosot, kini hanya 44 persen," ujarnya dalam perbincangan dengan redaksi.

"Momentum berangkat ke Jepang dimanfaatkan SBY untuk mengatakan bahwa Pemilu 2014 akan digagalkan oleh pihak tertentu. Padahal itu cara SBY untuk sembunyi dari rasa malunya kepada Anas Urbaningrum yg telah dipecat dan digantikannya sebagai ketua umum partai," urai Beathor. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA