"Korupsi juga mengalami metamorfosa dan regenerasi. Generasi muda pun saat ini mulai meniru tindak perilaku korupsi," ujar Ketua KPK Abraham Samad saat menjadi pembicara pada refleksi akhir tahun Pekan Politik Kebangsaan di kantor ICIS, Jakarta (Kamis, 12/12).
Dijelaskan, korupsi terbesar terjadi di tiga sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak di negeri ini. Yakni sektor, yakni sektor kedaulatan pangan, sektor Ketahanan Energi dan Lingkungan, serta sektor pendapatan dan belanja negara, seperti pajak dan markup anggaran belanja pemerintah.
"Hal ini tergambarkan kondisi petani-petani di Indonesia yang memprihatinkan. Ada permainan kartel/mafia dengan aparatur pemerintah di sektor ekspor-impor pangan," imbuhnya.
Masyarakat, kata Samad, disetting sedemikian rupa untuk percaya bahwa negara perlu mengimpor bahan-bahan pangan. Ketergantungan akan impor membuat sistim ketahanan pangan akan hancur.
Tentang korupsi di bidang Ketahanan Energi dan Lingkungan, Samad mencontohkan korupsi di bidang Energi Migas dan Pertambangan an kehutanan.
"Pendapatan dari sumber energi tidak bisa dioptimalisasi karena terlalu banyak kebocoran. Mineral dan batu bara banyak mengalami kebocoran, 50% perusahaan yang mengeksplorasi sumberdaya mineral dan batu bara tidak membayarkan royalti, terhitung ribuan triliun dari hasil royalti," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: