CENTURYGATE

Inisiator Angket Century Ingatkan Boediono untuk Tak Jadikan Istana sebagai Tempat Berlindung

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 23 November 2013, 14:09 WIB
Inisiator Angket Century Ingatkan Boediono untuk Tak Jadikan Istana sebagai Tempat Berlindung
misbakhun/net
rmol news logo . Pemeriksaan Wapres Boediono di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, terkait dugaan keterlibatannya dalam skandal Century adalah sebuah upaya dan strategi menggunakan jabatan Wakil Presiden sebagai tempat berlindung dari jeratan hukum.

"Seharusnya Pak Boediono menghindari penggunaan fasilitas negara terkait kasus masa lalu yang membelit dirinya," kata Inisiator Hak Angket Century, M. Misbakhun, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 22/11).

Perlu diingat, ungkap Misbakhun, dugaan keterlibatan Boediono sama sekali tidak terkait dengan jabatan Wakil Presiden. Skandal Century terkait dengan jabatan Boediono saat menjadi Gubernur Bank Indonesia.

"Kenapa kemudian tiba-tiba fasilitas Istana Wakil Presiden digunakan sebagai tempat pemeriksaan Wapres Boediono? Ini perlu dicermati dengan seksama," ungkap Misbakhun.

Misbakhun mengingatkan, penggunaan Istana Wapres untuk berlindung dari jerat hukum ini tidak boleh menyurutkan keberanian dan langkah KPK dalam mengusut dugaan keterlibatan Boediono dalam kasus Century. Dan setiap langkah KPK untuk mengusut keterlibatan Pak Boediono dalam dugaan keterlibatannya dalam kasus Century  harus di dukung oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Saya yakin KPK akan mencatat sejarah, sebuah keberanian baru, akan ada Wakil Presiden ditetapkan sebagai tersangka . Jabatan yang sangat tinggi sebagai tersangka," ungkap Misbakhun.

Di saat yang sama, masih kata Misbkahun, sebagai orang yang selama ini dikenal sebagai pribadi yang menjunjung tinggi etika birokrasi, seharusnya Boediono tahu bahwa Istana Wakil Presiden tidak ada kaitannya dengan kasus Century tersebut. Dan tentu saja, Boediono akan menuai pujian yang tinggi apabila bersedia secara sukarela untuk diperiksa di kantor KPK sebagaimana yang lain, yang selama ini diperiksa KPK.

"Dan ini akan menjadi tauladan dari Pak Boediono karena posisinya saat ini ada di Indonesia," demikian Misbakhun. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA