"Aksi ini tidak mengganggu dan tidak merusak data yang terdapat di server," kata pakar
cybercrime yang tergabung dalam Forum Akademisi IT (FAIT), Edy Winarno, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 22/11).
Edy menilai, para
hacker Indonesia itu hanya ingin menyampaikan pesan kepada pihak Australia bahwa harga diri bangsa dan negara Indonesia tidak bisa ditawar-tawar. Selain itu, para
hacker Indonesia ingin menunjukkan kepada Australia
bahwa Indonesia mampu mandiri tanpa Australia.
Namun demikian, lanjut Edy, FAIT berharap para hacker Indonesia tetap memegang
hacking ethics. Artinya situs-situs sosial seperti rumah sakit, pendidikan dan lembaga-lembaga sosial lainnya tidak ikut diserang.
[ysa]
BERITA TERKAIT: