Setelah membuka aksi penyadapan Australia terhadap Presiden SBYdan sejumlah menteri, Snowden juga mengatakan bahwa Inggris mengizinkan Badan Keamanan Amerika Serikat untuk menyadap warga negaranya. Izin ini mulai dibuka sejak 2007.
Sebelum 2007, bila National Security Agency (NSA), Badan Keamanan Nasional AS, menemukan nomor ponsel atau alat email dalam sebuah operasi, mereka sama sekali tidak bisa menyimpannya. Hal ini berdasarkan kesepakatan dua negara mengenai berbagi data intelijen.
Selama ini Inggris dan AS dikenal sebagai sahabat abadi, terutama terkait dengan kebijakan luar negeri.
Namun setelah 2007, kata Snowden, sebagaimana dilansir jaringan televisi Inggris
Channel 4 dan harian
Guardian (Kamis, 21/11), Inggris mengizinkan AS untuk menyadap warga negaranya, baik melalui perbincangan di ponsel atau melalui email.
Menurut dokumen dari Snowden, AS diizinkan menyimpan semua catatan hasil sadapan itu untuk dianalisa. Alasanya, untuk keperluan "menelusuri rantai kontak."
Terkait dengan pemberitaan ini, Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan tidak akan mengomentari spekulasi yang dibocorkan Snowden.
[ysa]
BERITA TERKAIT: