Andi Arief Nasihati Bambang Soesatyo agar Banyak Istighfar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 18 November 2013, 08:51 WIB
Andi Arief Nasihati Bambang Soesatyo agar Banyak <i>Istighfar</i>
andi arief/net
rmol news logo . Andi Arief menasihati anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, agar banyak istigfhar daripada membantah atau mau melaporkannya ke Mabes Polri. Andi Arief pun kembali meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tak ragu menetapkan Bambang sebagai tersangka dalam kasus simulator surat izin mengemudi (SIM).

Nasihat dan permintaan Andi Arief, yang merupakan Staf Presiden SBY bidang Bantuan Sosial dan Bencana ini disampaikan dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 18/11). Andi Arief pun meminta Bambang, dan juga KPK, untuk kembali mendengarkan fakta persidangan.

Dalam fakta persidangan itu, Andi mengatakan, sudah jelas ada pengakuan Ketua panitia lelang di depan pengadilan. Disebutkan, ada keterlibatan sejumlah anggota DPR. Ketua panitia lelang proyek simulator SIM,  Ajun Komisaris Besar Teddy Rusmawan, menyebut sejumlah nama anggota DPR yang menurutnya diberikan dana oleh Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

Selain mantan Bendahara Umum Partai Demokat Muhammad Nazaruddin, Teddy menyebut nama Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmond J Mahesa, dan Herman Herry. Untuk mengurus proyek ini, bukan hanya Nazaruddin yang ada di Restoran Basara Plasa Senayan. Hadir pula Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmod, dan Herman.

"Ucapan itu resmi  dalam persidangan kasus dugaan korupsi simulator SIM dengan terdakwa Djoko Susilo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa 28 mei 2013," kata Andi Arief mengingatkan lagi.

Andi melanjutkan, dalam persidangan itu juga terungkap bahwa Teddy diperintahkan Djoko untuk mengantarkan uang ke anggota DPR. Perintah ini, sebagaimana dikatakan Teddy, sesuai dengan arahan Muhammad Nazaruddin yang menawarkan anggaran Rp 600 miliar untuk kepolisian. Teddy pun mengantarkan uang senilai Rp 4 miliar yang dibungkus dalam empat kardus tersebut. Menurut Tedy, uang diterima di Plaza Senayan oleh sopir dan ajudan Azis serta Bambang.

Sebelum penyerahan uang, masih kata Andi yang mengaku berpegang pada fakta persidangan, Teddy sudah berkomunikasi dengan anggota DPR itu melalui blackBerry messenger (BBM).

"Sudah BBM dulu, Pak. Jadi, tadinya kita bertemu di restoran dekat bioskop, tapi karena penuh, kita pindah ke bawah itu," ungkap Andi, yang mengutip omongan Teddy dalam persidangan. [ysa]
  • TAGS

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA