"Letusan hari ini lebih besar daripada 22 Juli. Status masih normal aktif atau level I," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulang Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 18/11).
Senin pagi ini (18/11), antara pukul 04.50-06.00 WIB, Gunung Merapi mengeluarkan asap tebal disertai abu vulkanik hingga ketinggian 2.000 meter. Hembusan ini pun disertai suara gemuruh.
Menurut Sutopo, letusan ini dipicu oleh gempa tektonik lokal di bawah tubuh Gunung Merapi. Sementara ttipe letusan kali ini adalah letusan freatik.
"Yaitu letusan yang berasal dari dalam lapisan litosfer akibat meningkatnya tekanan uap air," demikian Sutopo.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: