Demikian disampaikan Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Prof. Dr. Sjarif Widjaja, yang diwakili oleh Kepala Biro Hukum KKP Hanung Cahyono, dalam seminar nasional yang digelar Indonesia Maritimee Institute (IMI) dalam bingkai IMI Goes to Campus. Tema seminar kali ini mengangkat tema "Perkembangan Industri Maritim dan Pelabuhan, Pilar Kejayaan Maritim Indonesia" di Institute Teknologi Surabaya (Minggu, 17/11).
Hadir sebagai pembicara lain Asrena Kasal yang juga Dewan Pembina IMI Laksda TNI Ade Supandi, Pakar Kelautan Undip yang juga Dewan Pembina IMI Prof. Dr. Sahala Hutabarat dan Wakil Ketua Himpunan Profesi Maritim Indonesia Lukman Rachman.
Dalam kesempatan ini, Laksda Ade Supandi menyampaikan bahwa TNI AL telah mulai membuka diri dan bekerja sama Perguruan Tinggi untuk riset dan pengembangan IPTEK untuk bisa mencapai kemandirian industri pertahanan nasional. Sehingga ke depan, mahasiswa sebagai agen intelektual bangsa, bisa ikut berperan dalam meningkatkan kemampuan industri maritim nasional.
Pembicara lain, Prof Sahala Hutabarat kembali menggaungkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan wajib untuk bermetamorfosis menjadi negara maritim yang perkasa, mandiri dan berdaulat. Sementara Lukman Rachman membahas tentang posisi industri maritim Indonesia dalam sektor migas.
Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif IMI, Y. Paonganan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saatnya mahasiswa Indonesia bersatu dan menyamakan visi untuk membangun Indonesia menjadi negara maritim yang jaya di laut, sejahtera di darat dan perkasa di udara.
"IMI akan terus menyebarkan visi maritim ke kampus-kampus seluruh Indonesia melalu program IMI Goes to Campus," demikian Paongangan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: