Pengelola TMR Diperintah Lebih Utamakan Fungsi Konservasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 12 November 2013, 17:21 WIB
Pengelola TMR Diperintah Lebih Utamakan Fungsi Konservasi
rmol news logo Dewan Pengawas Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menugaskan pengelola mengedepankan fungsi utama TMR sebagai lembaga konservasi. Fungsi lainnya seperti pendidikan dan rekreasi harus dilakukan dengan memberi perhatian utama pada tercapainya aspek konservasi.

"Untuk kepentingan konservasi satwa, maka kesejahteraan satwa adalah sebuah keharusan," ujar Ketua Dewan Pengawas TMR, Hashim Djojohadikusumo, menjelaskan hasil dialog publik yang digelar Dewan Pengasas TMR sebagaimana langkah menindaklanjuti tugas dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Selasa (12/11).

Dialog publik, kata Hasyim, telah mempertimbangkan kesejahteraan satwa dalam kesepakatanya. Hal-hal yang akan menjadi perhatian tersebut adalah menyangkut pakan satwa, pengaturan libur bagi satwa, mengendalikan polutan suara agar tidak mengganggu satwa.

"Dalam semangat itu, Dewan Pengawas menugaskan pengelola TMR untuk memproses pelaksanaan kesepakatan dialog publik mulai dengan menentukan hari libur bagi satwa setiap hari Senin di setiap minggunya," ujar Hashim.

Selain memberi hari libur bagi satwa, kesepakatan lainnya yaitu meningkatkan kualitas dan kwantitas dokter hewan dan perawat satwa, strategi manajemen perawatan dan kesehatan satwa, dan membuat habitat sehat untuk satwa. Secara bertahap semua akan dilakukan sehingga satwa di TMR lebih sejahtera dan berada di habitat yang sehat.

"Ada berbagai aturan birokratif dan prosedur yang harus dipenuhi tapi untuk sebuah hasil maksimal dan dalam waktu yang singkat. Jadi kita pun perlu inovatif membuat terobosan yang bijak," ujarnya lagi.
 
Selain alasan tersebut, masalah kesejahteraan satwa perlu diperhatikan karena itu merupakan persyaratan bagi pengelolaan taman margasatwa yang telah diterima secara internasional.

"Apabila TMR ingin dikembangkan menjadi sebuah taman margasatwa yang bertaraf internasional, tak ada pilihan lain tahap demi tahap harus berusaha memenuhi persyaratan yang diakui secara internasional," demikian Hasyim.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA