Sehingga BIN mandul melakukan penangkalan terhadap operasi intelijen negara lain dan publik nyaris tidak mendengar capaian-capain prestasi BIN dalam melakukan operasi pengamanan negara, seperti yang dilakukan oleh badan intelijen negara lain.
"BIN hanya bangga melakukan jumpa pers tentang penanganan dan penangkapan terhadap aksi-aksi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM," jelas Jeppri F Silalahi dari Indonesia Law Reform Institute dalam keterangan pers yang diterima malam ini (Jumat, 8/11).
Kelamahan dan politisasi BIN ini merupakan bukti ketiga yang dibeberkan Jeppri bahwa Indonesia sebenarnya memberikan kesempatan kepada Amerika Serikat untuk melakukan aktivitas penyadapan di negeri ini.
"Menurut informasi, Sandi Negara kita juga telah lama tidak diperbaharui sehingga sangat mudah untuk ditembus. Hal ini harus diperhatikan dan dibahas serius oleh pemerintah dan DPR," tegasnya menambahkan.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: