"Untuk mengukur dan menilai politisi lihatlah dari sikapnya selama ini, lihat juga dari
trackrecord-nya dalam memperjuangkan aspirasi rakyat," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, dalam diskusi yang digelar Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di kantor PMKRI, Jalan Sam Ratulangi, Menteng (Rabu, 6/11).
Menurut Maruarar, begitu juga dengan melihat calon presiden mendatang. Untuk menilai capres tidak cukup dengan melihat pernyataannya, yang bahkan selalu dibumbui dengan janji-janji manis. Untuk menilai capres, harus menilai jejakrekamnya selama ini.
Paling tidak, lanjut Maruarar, ada tiga jejak rekam yang harus digunakan untuk menilai capres. Pertama jejak rekam penegakkan hukum. Apakah misalnya capres tersebut konsisten berjuang menegakkan hukum dan keadilan atau tidak.
Kedua, lanjut Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait, apakah capres tersebut bisa menjaga pluralisme atau merawat kebhinekaan atau tidak. Ketiga, apakah capres tersebut punya komitmen di bidang ekonomi atau tidak.
"Pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan pemerataan. apa artinya pertumbuhan tanpa pemerataan," tegas Ara.
[ysa]
BERITA TERKAIT: