Karena itu, menurut Sekjen Persatuan Indonesia (Perindo) Ahmad Rofiq, SBY butuh sosok yang bisa memberikan masukan, sehingga tidak selalu curhat di depan publik.
"Saran saya untuk mencari psikolog perlu memberikan saran secara pribadi terhadap gaya dan kepemimpinan SBY," kata Rofiq kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 6/8).
Rofiq menilai ada faktor yang membuat SBY sering curhat dan marah dalam beberapa kesempatan. Pertama, SBY merasa paling benar hingga tidak mau dikritik. Kedua, SBY takut kehilangan kekuasaan, dan bahkan hingga dia harus memegang partai sebagai ketua umum.
"Ketiga, Presiden kita ini mungkin juga banyak dosa politiknya, hingga apa yang menjadi kritik orang selalu dilawan dengan nada marah dan kesal, seolah dia yang paling benar," demikian Rofiq, yang juga Sekretaris Bappilu Partai Hanura.
[ysa]
BERITA TERKAIT: