"Megawati itu pejuang utama demokrasi, dan pasti akan memutuskan sesuai dengan keinginan rakyat," kata politisi senior PDI Perjuangan, yang juga pendiri partai, Sabam Sirait, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 5/11).
Untuk Jokowi, Sabam berpesan agar terus berbuat baik dan berjuang dulu untuk DKI Jakarta. Hingga bila waktunya, jika memang dikehendaki rakyat, maka Jokowi juga harus siap-siap dicalonkan.
"Sambil berjuang di Jakarta, Jokowi harus mulai belajar mengurus Indonesia," tegas Sabam, yang dalam Pilkada Solo periode kedua, yang menghantarkan Jokowi menjadi walikota dengan tingkat perolehan suara di atas 90 persen, bertindak sebagai
trainer bagi tim sukses.
Soal waktu, Sabam belum bisa memastikan. Bisa jadi, sekali lagi ditekankan bila memang dikehandaki rakyat, maka pemcapresan Jokowi bisa dideklarasikan pada tanggal 10 Januari 2014 bertepatan dengan HUT PDI Perjuangan, bisa juga bulan Februarinya, atau bisa juga bulan Maret setelah ketahuan hasil Pileg.
"Jadi jalan masih panjang. Selama ini kan baru permintaan dari banyak daerah. Tapi akan masuk dalam tahap pencalonan secara resmi, baru tahap pemilihan. Sekarang, sekali lagi, sambil berbuat untuk Jakarta, (Jokowi) belajar juga untuk mengurus Indonesia," demikian Sabam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: