SBY: Kritik Pers Menyelamatkan Saya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 23 Oktober 2013, 15:37 WIB
SBY: Kritik Pers Menyelamatkan Saya
Presiden sby/net
rmol news logo Presiden SBY bersyukur dirinya dikritik oleh banyak kalangan termasuk pers. Tanpa kritik itu, SBY mengatakan bukan tidak mungkin dirinya bisa terlena dalam kekuasaan.

"Kita menyaksikan di banyak negara, pemimpin dan penguasa yang berkuasa puluhan tahun tanpa kritik akhirnya menjadi otoriter," ujar SBY dalam silaturahmi dengan pengurus PWI Pusat periode 2013-2018 di Hotel Novotel, Banjarmasin, siang ini (Rabu, 23/10).

Dalam kesempatan itu SBY didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II seperti Menko Polhukan Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.

Dalam sambutannya SBY juga mengingatkan tesis Lord Acton yang mengatakan bahwa power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely.

"Kalau dulu presiden sangat powerful. Tapi di era reformasi kekuasaan sudah terdistribusi," kata SBY lagi.

Dia juga mengatakan bahwa PWI adalah organisasi yang signifikan, maka PWI harus menggunakan kekuasaannya dengan cukup bijaksana.

SBY dalam kesempatan itu menambahkan: "Liberty too can corrupt, and absolute liberty corrupts absolutely." [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA