Begitu kata Koordinator Steering Kongres Razikin Juraid kepada R
akyat Merdeka Online (Rabu, 23/10). Dia menjelaskan bahwa kongres ini dilakukan berdasarkan kegelisahan terhadap ketimpangan pembangunan serta tidak adanya political will pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
"Ketimpangan dan ketidakadilan terhadap masyarakat timur Indonesia ini, bisa memicu munculnya anarkhisme sosial, bahkan gerakan separatis," imbuh Ketua Kawasan Timur Indonesia (KTI) Watch itu.
Kata dia, ekksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sudah 69 tahun, tidak menunjukkan tanda-tanda kearah perwujudan cita-cita founding fathers dan amanah konstitusi.
"Oleh sebab itu, dalam Kongres nanti, kami juga akan melakukan evaluasi kritis akan sistem politik serta sistem ketatanegaraan kita, bila perlu kami mendorong Negara Federasi sebagai jawaban atas kemelut kenegaraan kita yang timpang sekarang ini," jelas Razikin.
[ysa]