Cukup Sukses di Tahun Pertama, Warga Jakarta Harus Ikhlas Bila Jokowi Ikut Pilpres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 14 Oktober 2013, 15:19 WIB
Cukup Sukses di Tahun Pertama, Warga Jakarta Harus Ikhlas Bila Jokowi Ikut Pilpres
jokowi/net
rmol news logo . Satu tahun dipimpin Joko Widodo, Jakarta mulai terlihat berubah.

Perubahan misalnya terlihat dari perubahan wajah Tanah Abang dan Pasar Minggu, yang dulu semarawut, kini sudah tertata dengan baik. Sementara dari sisi transportasi, meski belum sesuai dengan jumlah kapasitas penumpang, namun armada busway terus ditambah. Hal lain yang juga layak dijadikan contoh perubahan adalah relokasi warga waduk Pluit dan waduk Ria Rio.

Menurut pengajar komunikasi politik di Program S2 dan S1 Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, satu hal yang patut diacungi jempol dari kepemimpinan Jokowi-Ahok yakni ketaladanan. Begitu juga dengan kesederhanaan keduanya yang bebas dari aturan seremonial, dan mau mendengar keluhan warga serta berpihak pada kepentingan rakyat kecil.

"Mana ada tipe pemimpin seperti ini di republik kita ? Blusukan Jokowi dan gaya ceplas-ceplos Ahok memang sangat dibutuhkan untuk mengurai keruwetan Jakarta yang selama ini terkesan dibiarkan," tandas Ari Junaedi beberapa saat lalu (Senin, 14/10).

Teladan Jokowi lain yang layak dijadikan contoh pemimpin daerah-daerah lain dan bahkan oleh pemimpin nasional saat ini, lanjut Ari, adalah transparansi dalam kebijakan. Misalnya dengan kebijakan lelang jabatan untuk menjaring lurah dan cama. Maka segala bentuk penyimpangan yang selama ini berurat berakar di Pemda DKI dicoba untuk dihantam habis oleh Jokowi-Ahok.

"Karena pemimpinnya ogah korupsi maka anak buahnya juga akan takut walau masih saja ada yang berpola rezim lama seperti Lurah Ceger yang dicokok Kejaksaan atau Wakil Lurah Bidara Cina yang tertangkap sedang nyabu," urai Ari Junaedi.

Ke depan, Ari berharap, Jakarta makin tertata dan tertib sehingga semua warganya merasa nyaman tinggal di Jakarta. Sementara dari sepak terjangnya membela kaum miskin, seperti terlihat dari program Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Sehat serta menolak pungutan pajak untuk warung tegal, Ari berkeyakinan Jokowi dan Ahok adalah sosok pemimpin nasional masa depan.

"Jakarta adalah bagian dari Indonesia, sehingga kita warga Jakarta harusnya ikhlas mewakafkan Jokowi jika suatu saat Jokowi menjadi Presiden mendatang. Untuk kepentingan nasional yang lebih besar, hendaknya kita merelakan Jokowi melakukan untuk Indonesia, tidak saja untuk Jakarta," sergah Ari Junaedi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA