Jamaah Persatuan Islam Rayakan Idul Adha pada Selasa Besok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 14 Oktober 2013, 07:32 WIB
Jamaah Persatuan Islam Rayakan Idul Adha pada Selasa Besok
persis/net
rmol news logo . Untuk menentukan awal bulan Hijriyah, Persatuan Islam (Persis) menggunakan metode hisab imkan al rukyat, atau batas kemungkinan hilal untuk diamati dan di-rukyat.

Dengan metode ini, meski menggunakan metode hisab, namun Persatuan Islam juga tidak meninggalkan metode rukyat sepenuhnya. Bagi Persatuan Islam, tidak mungkin ada hisab tanpa rukyat dan rukyat yang baik memerlukan panduan hisab.

Dengan metode ini pula, Persatuan Islam pun menentukan kriteria hisab. Awal bulan hijriyyah dapat ditetapkan jika setelah terjadi ijtimak, beda tinggi antara bulan dan matahari minimal 4 derajat.

Di sisi lain, bagi Persatuan Islam, jarak busur antara bulan dan matahari minimal sebesar 6, 4 derajat. Kedua kriteria ini sudah memperhitungkan kecerlangan langit, hamburan cahaya senja, umur bulan, beda azimuth, iluminasi bulan, serta faktor cuaca lainnya.

Berdasarkan perhitungan Persatuan Islam (Persis) sebagaimana diputuskan dalam Musyawarah Lengkap, awal bulan Dzulhijjah 1434 H jatuh pada hari Minggu kemarin (6/10). Dengan demikian, Hari Raya Iedul Adha 1434 H, atau tanggal 10 Dzulhijjah, jatuh pada hari Selasa tanggal 15 Oktober 2013 M.

Menurut Ketua Umum PP Persatuan Islam,  Prof. Dr. KH. Maman Abdurrahman, terdapat tiga orang yang memenuhi syarat secara syar’i yang melihat hilal pada  dan kesaksiannya dinyatakan sah. Dalam kesaksian ini pun didapatkan bukti bahwa citra visual hilal di bawah kriteria di atas dapat terlihat. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA