Arirang TV mengundang 13 jurnalis dari 11 negara selama seminggu untuk mengunjungi sejumlah tempat seperti rumah penampungan korban kekerasan seksual tentara Jepang pada Perang Dunia Kedua silam, perbatasan atau Demilitarized Zone (DMZ), perkampungan tradisional dan pusat studi Saemaul. Juga mengundang jurnalis berdiskusi dengan sejumlah pihak, termasuk Kementerian Unifikasi.
Arirang TV Network adalah salah satu garda terdepan dalam diseminasi kebudayaan Korea. Jaringan televisi ini adalah salah satu pihak di balik sukses "gelombang Korea", "
Korean wave", atau
Hallyu yang juga dikenal dengan istilah K-Pop. Didirikan pada 1996,
Arirang TV menyiarkan program kebudayaan, pendidikan dan dokumenter mengenai proses pertumbuhan ekonomi Korea selama 24 jam sehari dan dapat diakses di hampir 200 negara di dunia.
TEGUH SANTOSA/RMOL
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.